| Nama Sekolah | : | SD NEGERI 29 AMBON |
| Jenis Sekolah | : | Negeri |
| Jenjang Sekolah | : | SEKOLAH DASAR |
| NSS | : | 101216002024 |
| NPSN | : | 60101925 |
| Tanggal Berdiri | : | 1979-07-18 |
| Akreditasi | : | B |
| Izin Operasional | : | 1979 |
| Jumlah Guru | : | 13 |
| Jumlah Rombel | : | 8 |
| Jumlah Siswa | : | 192 |
| Luas Tanah | : | 243 |
| Slogan | : | MANGENTE |
| Visi | : | MEWUJUDKAN WARGA SEKOLAH YANG BERIMAN, CERAS, BERKARAKTER DAN CINTA LINGKUNGAN |
| Misi | : | 1. MENJADIKAN WARGA SEKOLAH YANG BERIMAN 2. MEWUJUDKAN WARGA SEKOLAH YANG CERDAS BERKARAKTER 3. MEWUJUDKAN WARGA SEKOLAH YANG CINTA LINGKUNGAN |
| Tujuan | : | MENINGKATKAN KEIMANAN, KECERDASAN SERTA KARATER BAGI WARGA SEKOLAH DAN MENCINTAI LINGKUNGAN |
MANGANTE SD Negeri 29 Ambon
(Mari Angkat Prestasi, Tabea Masa Depan)
"Bersama Membangun Generasi Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak Mulia."
Pendidikan bukan sekadar mengisi wadah yang kosong, tapi menyalakan api kreativitas. SD Negeri 29 Ambon merupakan sekolah yang bermutu dan berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik. Sekolah ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter murid yang berlandaskan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian. Melalui berbagai program pembelajaran dan kegiatan sekolah, murid didorong untuk menjadi pribadi yang berakhlak baik, percaya diri, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Setiap hari senin dan hari sabtu ada kegiatan Namanya “ibadah buka usbu dan ibadah tutup usbu. Sebagai umat beragama sekolah wajib untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan spiritual murid selama menjalani aktivitas sekolah. Sebelum proses pembelajaran di mulai siswa wajib menyanyikan lagu nasional dan lagu 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. Murid tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga siap secara emosional dan karakter yang berjiwa patriotik. Mengajak siswa senam atau jalan pagi yang dijadwalkan oleh tim kurikulum sekolah adalah investasi murah meriah untuk menciptakan "SD Negeri 29 Ambon memiliki Generasi Sehat, Otak Cerdas". Siswa tidak hanya siap belajar secara fisik, tetapi juga secara mental.
Dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, SD Negeri 29 Ambon memberikan perhatian khusus pada pengembangan bakat dan minat murid. Bidang seni, Eskul ukulele menjadi salah satu unggulan sekolah yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengekspresikan kreativitas dan melestarikan budaya musik daerah. Murid dengan percaya diri dan kemahiran bermusik telah memberikan penampilan yang tebaik dalam lomba ukulele Tingkat provinsi Maluku. Selain itu, Eskul karate juga menjadi wadah bagi murid untuk melatih kedisiplinan, ketangguhan, sportivitas, dan kemampuan bela diri yang positif. Dari pores Latihan selama 1 semester, enam siswa mengikuti Kejuaraan Karate Piala kepala Kemenag Maluku Tengah pada bulan Mei. Sekolah mendapatkan juara II. Ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena sekolah bekerja keras untuk meningkatkan bakat dan minat murid. Sekolah juga menuntun murid untuk mengembangkan bakat di bidang fashion serta mengikuti lomba-lomba di tingkat kota. Salah satunya, lomba Amboina Top Model. Walaupun sekolah kami tidak mendapat juara dan hanya masuk babak final, ini merupakan sebuah langkah besar. Murid lebih percaya diri, kreatif, dan mampu mengekspresikan bakat yang dimiliki.
Sejalan dengan perkembangan zaman, SD Negeri 29 Ambon menerapkan pembelajaran berbasis teknologi yang mendukung peningkatan kompetensi abad ke-21. Murid dikenalkan dengan penggunaan perangkat digital secara bijak serta pembelajaran coding untuk melatih kemampuan berpikir logis, kreatif, dan pemecahan masalah. Pembelajaran dirancang secara aktif dan inovatif sehingga murid tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya melalui teknologi. Salah satu karya yang telah murid ciptakan yaitu membuat game labirin terintegrasi matematika di aplikasi scratch. Sekolah memiliki Papan Interaktif Digital Merah Putih yang membantu guru untuk menciptakan kelas yang hidup dan menyenangkan. Sekolah juga menyusun kurikulum terintegrasi budaya Maluku dengan membuat produk-produk salah satunya membuat kue khas ambon.
SD Negeri 29 Ambon menunjukkan wujud nyata dari cerminan kehidupan "orang basudara" yang harmonis di Maluku melalui sebuah inisiatif yang penuh toleransi. Meskipun sekolah ini hanya memiliki dua orang guru beragama Islam, pihak sekolah tetap menggelar acara buka puasa bersama dengan melibatkan seluruh murid, guru, komite, orang tua yang berkeyakinan Kristen. Kegiatan ini sengaja dirancang bukan sekadar sebagai ritual keagamaan semata, melainkan sebagai ruang perjumpaan kultural untuk menanamkan serta memperkuat nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan persaudaraan sejati sejak dini kepada para murid.